Bentangan Merah Putih 165 meter meriahkan kirab budaya di lereng Merapi
Elshinta.com, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 78 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat lereng Gunung Merapi, Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah menggelar Karnaval Budaya, Senin (7/8).
Elshinta.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 78 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat lereng Gunung Merapi, Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah menggelar Karnaval Budaya, Senin (7/8). Kirab dimulai dari Balai Desa Sukabumi dan berakhir di Komplek Makam Gunungan desa setempat.
Koordinator kegiatan, Suharno mengatakan, dengan menempuh jarak 3 kilometer, sekitar 3.000 warga Desa Sukabumi berjalan dengan membawa 17 tiang bendera merah putih serta mengarak bendera merah putih sepanjang 165 meter dengan lebar 1,5 meter.
“Kirab Budaya seluruh warga Sukabumi. Yang dikirab ada hasil pertanian desa Sukabumi, potensi Sukabumi, dan kesenian. Kirab diawali dengan pasukan pembawa bendera merah putih yang disusul dengan gunungan hasil bumi. Barisan di belakang gunungan, ada seni rodat, pesilat, drumband dan drumblek, serta kesenian reog. Ikut pula ratusan tenong yang berisi aneka makanan yang akan dibagikan kepada warga," kata Suharno seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Senin (7/8).
Kirab berjalan kaki sepanjang kurang lebih 2,5 km mengelilingi jalan desa. Ribuan warga dari berbagai tempat juga hadir di lokasi untuk menyaksikan kegiatan HUT RI tersebut .
Kegiatan mendapat apresiasi yang baik dari Camat Cepogo, Dwi Sundarto yang berkesempatan hadir dan mengikuti kirab. Menurutnya, kegiatan tersebut menggambarkan kerukunan dan sebagai upaya melestarikan budaya serta bentuk penghormatan kepada Awliya’ Sayyid Sholeh Yasin yang merupakan salah satu ulama penyebar agama Islam di wilayah Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo.
“Ini adalah bukti dalam mengisi kemerdekaan warga sangat antusias juga untuk memperingati haul Awliya’ Sayyid Sholeh Yasin,” katanya.
Dilanjutkan, untuk mengisi HUT Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia, sebanyak 15 desa akan mengadakan kirab budaya atau pagelaran budaya secara bergantian. Kebetulan Desa Sukabumi menjadi desa pertama yang menyelenggarakan karnaval budaya bersamaan dengan haul.
“Untuk rangkaian kegiatan HUT RI dimulai dari Desa Sukabumi nanti akan dilanjutkan dengan desa desa yang lain,” ujarnya.
Sesampainya di halaman Makam Nggunung yang cukup luas, bendera sepanjang 165 meter dibentangkan mengelilingi makam. Sedangkan 165 bendera lainnya ditancapkan di tempat yang sudah disediakan. Tak hanya itu, di ladang-ladang tembakau di sekitarnya juga sudah tertancap dan berkibar ratusan bendera merah putih.
Di halaman itu kemudian digelar upacara bendera yang diikuti peserta pawai. Usai upacara, dua gunungan hasil bumi dan seratusan tenong itu pun dibuka untuk dibagi-bagikan ke peserta dan hadirin.
Kirab budaya selain untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Ke-78 Republik Indonesia, sekaligus juga untuk memperingati Maulid dan Haul Awliya’ Sayyid Sholeh Yasin yang merupakan salah satu ulama penyebar agama Islam di wilayah Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo. Sayyid Sholeh Yasin bin Yahya atau kerap dipanggil Mbah Sholeh memiliki garis keturunan dengan Habib Lutfi bin Ali bin Yahya.